5 Orang Anggota Pembobol Minimarket di Tegal Diringkus Polisi

5 Orang Anggota Pembobol Minimarket di Tegal Diringkus Polisi – Anggota komplotan pembobol minimarket diringkus anggota Team Resmob Satreskrim Polres Tegal, Jawa Tengah. Salah satunya anggota komplotan ini adalah bekas karyawan satu minimarket.

Komplotan yang dibekuk terbagi dalam lima orang yaitu Rizki Ade Ramdani (22), Ilham Robby Akhmadi (21), Aqil Alam Baki (18), Royan Rozaldi (23), serta Elang Muhamad Wildan (20).

Wakapolres Tegal Kompol Arianto Salkery mengutarakan, komplotan itu dibekuk sesudah dikerjakan penyidikan pada masalah pencurian di Alfamart di lokasi Desa Jembayat Kecamatan Margasari pada 7 Maret kemarin.

“Awal mulanya, komplotan ini pula lakukan pencurian di Alfamart di lokasi Kecamatan Talang dan di Pemalang pada bulan Februari 2019. Hingga ada dua terduga yang diolah hukum di Pemalang,” kata Arianto, Rabu (13/3/2019).

Diterangkan Wakapolres, pencurian di Alfamart Margasari dikerjakan saat malam hari jam 22.00. Modusnya, beberapa terduga mendatangi tujuan malam hari dengan memakai sepeda motor.

Mereka lalu menodongkan senjata tajam type pisau untuk menakut-nakuti karyawan yang akan tutup toko. Karyawan itu lalu diikat serta dilakban. Sesudah karyawan dilumpuhkan, beberapa terduga lalu membabat uang di peti uang serta laci kasir.

“Sedang di Alfamart Talang, modus beberapa terduga yaitu memanjat tembok belakang lalu mencongkel serta membobol plafon atap lantas mencongkel pintu belakang memakai linggis,” tutur Arianto.

Tidak hanya membawa uang Rp20 juta di peti uang serta laci, dalam laganya beberapa terduga pun ambil beberapa barang. Salah satunya rokok beberapa merk, celana dalam, kaus dalam, sampai celana boxer. Beberapa barang itu lalu di jual kembali oleh beberapa terduga.

“Beberapa terduga dipakai masalah 363 KUHP dengan intimidasi hukuman kurungan penjara optimal tujuh tahun,” tandas Arianto.

Sesaat, di kesempatan yang sama, Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo memberikan, salah satunya terduga adalah bekas karyawan di Alfamart yang sempat dibobol. Diluar itu, ada pula seseorang terduga yang berstatus pelajar.

“Terduga ada yang disebut bekas karyawan Alfamart yang di Talang. Ia tidak kerja kembali disana sebab kontraknya tidak diperpanjang. Terduga ada pula yang masih tetap termasuk anak-anak,” papar Bambang.